Wannura

Koleksi Tumbuhan

TERUNA SEMALAM HERBA TENAGA BATIN Mei 10, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 3:12 pm
Tags: , ,

 

SUNGKAI (Peronema canescens)



Daerah Penyebaran dan Tempat Tumbuh

sungkai adalah jenis pohon yang tumbuh pada daerah tropis. Jenis ini termasuk kedalam suku Verbenaceae dengan berbagai nama daerah seperti Jati sebrang atau ki sebrang (Sunda), Jati Sumatra (Sumatra Selatan), Sungkai atau kayu lurus (Kalimantan Selatan). Daerah penyebaran adalah Bagian Barat Kepulauan Indonesia yaitu Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Anonim, 1980)..
  Sungkai tumbuh di hutan sekunder pada berbagai jenis tanah dan tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang baik, namun biasanya tumbuh baik pada tanah yang cukup mengandung air, seperti di tepi sungai dan secara bermusiman tergenang air tawar. Sungkai tahan terhadap persaingan alang-alang dan terhadap kebakaran. Sungkai paa umumnya tumbuh baik pada ketinggian 0-600 meter dpl dan pada daerah yang mempunyai tipe iklim A-C menurut tipe curah hujan Schmidth dan Ferguson.

b. Ciri-ciri Botanis

  Tanaman sungkai merupakan tanaman kayu-kayuan yang  bisa mencapai tinggi 20-30 meter, dengan diameter batang mencapai 60 cm atau lebih. Tinggi batang bebas cabang bisa mencapai 15 meter.
  Bentuk batang lurus dengan lekuk kecil, tapi kadang-kadang bentuk batangnya jelek akibat serangan hama pucuk. Kulit berwarna abu-abu atau sawo muda, beralur dangkal mengelupas kecil-kecil dan tipis. Penampang kulit luar berwarna coklat, kuning atau merah muda. Kayunya berteras dengan warna sawo muda. Rantingnya penuh dengan bulu-bulu halus.
  Tajuk tanaman berbentuk bulat telur dan pada umumnya kurang rimbun. Daun mejemuk bersirip ganjil, letak berpasangan dan anak-anak daun letaknya berpasangan atau berselang-selang, lancip, melancip pada ujungnya, anak daun dibagian bawahnya tertutup rapat dengan bulu-bulu halus. Bentuk buah kecil-kecil dan letak bunga berpasangan serta berkedudukan malai. Perakaran menyebar dangkal, tidak tahan terhadap kekuranagn zat asam lebih dari 10 hari (Anonim, 1979 dan Anonim, 1980).
 
c. Manfaat dan Kegunaan

Kayu Sungkai termasuk kayu kelas awet III dan kelas kuat II – III, serta berat jenis 0,63. Kayu ini dapat digunakan sebagai bahan bangunan lantai, papan dinding, mebel, patung, ukiran dan kerajinan tangan. Selain hal tersebut sungkai juga dapat diolah menjadi finir mewah karena memiliki nilai dekoratif, kulitnya dapat digunakan dinding lumbung padi.

Begitu pula daunnya digunakan sebagai obat sakit gigi dan demam panas (Anonim, 1993).

Sumber : http://anakterang.wordpress.com/

Lain-lain kegunaan :

Daunnya direbus untuk dijadikan mandian bagi wanita selepas bersalin.

 

Mengenal Dendrobium (Orchidaceae) sebagai Tumbuhan Obat

Oleh : Hendra Wardhana (04/26/2010)

Sekitar 250.000 hingga 350.000 spesies tumbuhan diyakini berpotensi sebagai tumbuhan obat (obat herbal). Namun baru sekitar 35.000 spesies yang telah dimanfaatkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pemanfaatan potensi tumbuhan obat secara maksimal dapat memenuhi kebutuhan kesehatan 80% penduduk dunia terutama di negara berkembang, sementara sejak pertengahan 1990-an diperkirakan lebih dari 200 perusahaan industri dan organisasi besar dunia telah berusaha menemukan dan mengidentifikasi senyawa-senyawa metabolit potensial pada tumbuhan dan hewan (Kong et.al., 2003).

Di benua Asia, masyarakat China, Jepang, India dan Indonesia banyak memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan obat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Menurut Kong et.al. (2003), sekitar 7300 spesies tumbuhan telah dimanfaatkan oleh masyarakat China sebagai obat tradisional. Hal ini membuat China sebagai negara terdepan dalam pemanfaatan tumbuhan obat. Anggrek adalah tumbuhan familia Orchidaceae yang telah lama dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat China. Beberapa genus yang telah dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat antara lain Dendrobium, Malaxis, Gastrodia, Bletilla dan Anoectochillus (Bulpitt et.al., 2007). Beberapa spesies dari genus di atas bahkan telah dideskripsikan dalam Materia Medica yang ditulis pada masa kaisar Shen-Nung pada abad ke-28 SM. Produk obat-obatan tradisional yang berasal dari Dendrobium bahkan telah lama diperdgangkan di China (Bulpitt, 2005).

Dendrobine
Potensi Dendrobium sebagai obat disebabkan karena anggrek ini menghasilkan berbagai macam senyawa metabolit penting, beberapa di antaranya adalah alkaloid. Alkaloid utama dan paling banyak dijumpai pada Dendrobium adalah Dendrobine (C16H25O2N). Di China, Dendrobine banyak diekstraksi dari spesies Dendrobium nobile. Ekstraksi Dendrobine dan alkaloid lainnya sering dilakukan dari batang atau pseudobulb. Nobilonine, Dendrine, Dendroxime dan Dendramine adalah jenis metabolit lain yang ditemukan pada Dendrobium (Wang et.al., 2010; Bulpitt et.al., 2007 ). Dendrobium di China digunakan sebagai obat baik dalam bentuk segar maupun setelah dikeringkan. Senyawa-senyawa aktif pada Dendrobium mempunyai aktivitas antikanker. Di China Dendrobium dilaporkan telah dimanfaatkan dalam pengobatan kanker perut dan paru-paru (Bulpitt, 2005; Bulpitt et.al., 2007, Devi et.al., 2008). Dendrobine dan alkaloid lain pada Dendrobium juga berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah hingga pengobatan impotensi (Bulpitt et. al., 2007). Ying-Hu (1970), menyatakan bahwa metabolit-metabolit yang dihasilkan Dendrobium kemungkinan berpotensi sebagai antibiotik.

Indonesia mempunyai kekayaan tumbuhan yang sangat besar. Kekayaan spesies Anggrek yang ada di Indonesia salah satu yang terbesar di dunia, jauh melebihi China. Spesies-spesies seperti Dendrobium, Malaxis dan Vanilla bahkan banyak dijumpai. Kebiasaan masyarakat dan suku adat di Indonesia yang sejak lama memanfaatkan tumbuhan sebagai obat membuka peluang yang sangat besar bagi studi Etnobotani dan penelitian-penelitian untuk menggali potensi tumbuhan obat Indonesia.

Indonesia kaya akan spesies Anggrek salah satunya adalah Dendrobium crumenatum (Anggrek Merpati). Di Indonesia, Anggrek merpati termasuk spesies kosmopolit yang tumbuh secara liar namun banyak juga dijumpai sebagai tanaman hias di rumah, kampus hingga di tepi jalan. Menurut Wiart (2006), Dendrobine tersebar luas di genus Dendrobium, salah satunya adalah Dendrobium crumenatum.

Pengaruh Dendrobine dan alkaloid lain dalam meningkatkan viabilitas sel neuron, menekan tingkat kematian sel neuron serta melindungi sel neuron dari kerusakan pada tikus telah dibuktikan oleh Wang et.al. (2010). Kudo et.al. (1983) menunjukkan adanya pengaruh Dendrobine terhadap aktivitas elektrik dan depolarisasi pada sel syaraf Katak. Aktivitas anti hiperglikemia juga ditunjukkan oleh Zhao et.al. (2007) dari ekstrak alkaloid batang Dendrobium chrysotoxum. Devi et.al. (2008), membuktikan bahwa campuran alkaloid pada ekstrak batang dan bunga D. nobile mempunyai aktivitas anti bakteri dan anti kanker. Hal tersebut ditunjukkan dengan luas zona penghambatan pada kultur Bacillus subtilis, Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus dan Proteus. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ekstrak alkaloid dari bunga D. nobile mempunyai aktivitas antikanker sehingga bunga dapat menjadi organ alternatif sumber Dendrobine dan alkaloid lainnya.
Isolasi Dendrobine Dendrobine dapat diisolasi dalam bentuk kristal. Ekstraksi Dendrobine dari dapat dilakukan dengan kloroform, ethanol, methanol, ispropil alkohol, eter atau asetaon. Kombinasi antar 2 komponen di atas juga dapat dilakukan. Misal kloroform : eter = 4 : 1 (Chen & Chen, 1935; Devi et.al., 2008). Dari ekstrak alkaloid yang didapat, Dendrobine diisolasi dengan menambahkan berbagai jenis asam. Setiap jenis asam menghasilkan kristal Dendrobine dengan karakter yang berbeda.

Menurut Chen & Chen (1935), asam yang dapat digunakan untuk isolasi Dendrobine dari ekstrak alkaloid adalah : asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), asam nitrat (HNO3), asam sulfat (H2SO4), asam oksalat (C2H2O4), asam iodide 9HI), asam pikrat (C6H3O7N3), asam flavianat (C10H6O8N2S), asam methiodida (CH3I), asam auriklorida (HAuCl4), dan asam platiniklorida (H2PtCl6). Isolasi dengan asam klorida dilakukan dengan melarutkan ekstrak alkaloid dalam alkohol kemudian ditambahkan asam klorida 5%. Campuran kemudian diuapkan dengan bantuan kipas angin. Residu yang tersisa dilarutkan dengan isopropyl alkohol. Larutan kemudian didinginkan dengan campuran es dan eter hingga kristal terbentuk. Kristal yang diperoleh dengan asam klorida tidak berwarna, berbentuk lempeng tapi dan mempunyai titik lebur 193˚C. Kristal ini tidak larut dalam eter namun sangat larut dalam air dan alkohol. Cara yang hampir sama dapat dilakukan dengan asam iodida, namun kristal yang terbentuk berbentuk jarum dengan titik lebur 284-284,5˚C. Kristal ini tidak larut dalam eter, kurang larut dalam alkohol namun mudah larut dalam air. Isolasi dengan asam sulfat dilakukan dengan melarutkan ekstrak alkaloid dalam air dan ditambahkan asam sulfat 10% hingga semua partikel larut dan campuran menjadi asam. Campuran diuapkan dengan bantuan kipas angin. Residu yang dihasilkan dilarutkan dengan aseton panas. Kristal dapat dihasilkan dengan mendinginkan larutan. Kristal yang terbentuk berbentuk prisma yang besar dan mempunyai titik lebur 178˚C. Kristal ini tidak larut dalam dalam eter namun larut dalam air dan alkohol (Chen & Chen, 1935).

Penutup
Selain sebagai tanaman hias, anggrek Indonesia dapat terus dikembangkan dengan mengoptimalkan potensinya sebagai tumbuhan obat. Genus Dendrobium (Orchidaceae) menghasilkan alkaloid yang mempunyai kegunaan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Dendrobine, alkaloid utama dalam Dendrobium dapat diekstrak dari batang dan bunga serta diisolasi dalam bentuk kristal. Distribusi Dendrobine di sejumlah organ pada berbagai spesies Dendrobium adalah tantangan yang menarik untuk diteliti. Penelitian – penelitian untuk mengembangkan potensi Dendrobium asli Nusantara sebagai tumbuhan obat perlu ditingkatkan.

Sumbet : http://www.plantamor.com/

 

BUNGA PERAK (Bauhinia acuminata L.) MELEGAKAN MATA LETIH Mei 9, 2010

Filed under: Landskap — zainura66 @ 5:49 pm
Tags: , , ,

Pengenalan

Pokok kecil setinggi 3m. Daun jenis ringkas tersusun berpilin, daun bercuping dua, berpisah di hujung daun seolah-olah dua helai daun kembar. Bunga di hujung ranting, ada 5 kelopak bunga berwarna putih, bunga yang kembang 7- 10 sm lebar. Buah jenis kekacang leper, panjang 10-15 sm dan 2-3 sm lebar, putik buah berwarna hijau, buah masak berwarna perang dan merekah dua bahagian serta mendedahkan satu baris biji leper berwarna perang. Pokok ini mudah ditanam.

Taburan

Taburan asli bunga perak adalah di Asia Tenggara. Ia tumbuh liar di Perak, Malaysia.

Kaedah penanaman

Bunga perak bolehlah ditanam dengan biji atau kaedah tut. Bijinya yang masak dikumpul daripada pokok induk lalu disemai samada di tapak-tapak semaian, di dalam plastik, pasu ataupun terus di atas tanah. Pokoknya perlukan cahaya matahari penuh atau hampir penuh untuk tumbuh dengan subur. Pokok biasanya ditanam atas tanah secara bersendirian, berbaris atau dalam kelompok. Cantasan perlulah dilakukan untuk membuang rerantingnya selepas ia berbunga bagi mendapatkan bentuk yang digemari. Pokoknya boleh juga dicantas bagi tujuan mendapatkan saiz yang digemari. Ia berbunga sepanjang tahun.

Kandungan Seluruh bahagian;   tanin, karbohidrat, serabut dan mineral.

Tanin yang masuk ke dalam perut boleh mengatasi bengkak atau radang di dalam perut dan mengurangkan kekerapan buang air besar. Sebagai ubat luaran, tanin boleh menghentikan pendarahan, mengurangkan bengkak dan menyembuhkan luka, lecur dan terbakar; serta melegakan mata yang terlalu letih.

 

JARONG (Achyranthes aspera Linn.) Mei 7, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 9:33 am
Tags: , ,

Keterangan

Terna 1 atau 2 tahunan, tegak, tinggi mencapai 1 m. Batang bersegi empat, warna hijau atau sedikit merah muda, bercabang banyak, Daun tunggal, duduk berhadapan, bertangkai, warna hijau, bentuk bulat telur sungsang sampai jorong memanjang. Panjang daun 1,5 – 10 cm, kedua permukaan daun berambut. Ujung daun tumpul atau memudar, pangkal daun menyempit, pinggir rata atau agak bergelombang, tulang daun menyirip. Bunga tumbuh di ujung tangkai/antara percabangan berbentuk tandan (seperti tangkai padi), kuntum bunga hijau, bulir bulat keras dan tajam.

Penyakit Yang Dapat Diobati
:

Demam, Panas, Malaria, Enteritis, Amandel (Tonsilis), Radang paru; Gondongan, Reumatik, Infeksi Ginjal, Nyeri menstruasi,; Muntah darah, Kencing darah, Mudah persalinan, Kencing Batu;

Pemanfaatan
:

BAGIAN YANG DIPAKAI
: Akar, seluruh tanaman.

KEGUNAAN :
1. Demam panas, malaria, enteritis.
2. Radang amandel (tonsilitis), radang paru (pneumonia), gondongan.
3. Radang sendi (rheumatic arthritis).
4. Batu saluran kencing, bengkak pada infeksi ginjal.
5. Nyeri menstruasi (dysmenorrhea), mempermudah persalinan (induction of labor).
6. Muntah darah, kencing darah (hematuria).

PEMAKAIAN:

9 -15 gram kering atau 30 – 60 gram segar, rebus, minum. PEMAKAIAN LUAR: Dilumatkan; tempel ke tempat yang sakit atau direbus, airnya untuk cuci. Dipakai untuk obat luka, gigitan ular/ serangga, bisul (carbuncle).

CARA PEMAKAIAN:
1. Gondongan: Rebus secukupnya akar jarong, minum, akarnya dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit.
2. Kencing batu: Seluruh tumbuhan 18 – 30 gram (segar) atau 12 sampai 24 gram (kering), rebus, minum sebelum makan, sehari satu kali.
3. Bisul besar di ketiak (Carbuncle): 60 gram tanaman segar (seluruhnya) ditambah air dan arak secukupnya, tim, minum. Ampasnya dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.

PERHATIAN: Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa agak pahit, sejuk. Melancarkan darah (blood stimulant), peluruh haid, memperkuat hati dan ginjal, memperkuat otot, urat dan tulang, anti inflamasi, anti toxin, peluruh air seni, menormalkan menstruasi, hemostatik, mempermudah persalinan.

KANDUNGAN KIMIA: Akirantin, glokosa, galaktosa, reilosa, ramnosa, alkaloid.
Biji: Hentriakontan, sapogenin.
Akar: Betain, ecdysterone, triterpenoid saponins.

Sumber :http://obat-alam.blogspot.com/

 

JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.)

Filed under: Herba — zainura66 @ 9:13 am
Tags: , ,


Keterangan :

Tanaman pohon, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Khasiat Diaforetik, tonik, dan astringen. PENELITIAN Yusuf Husni, 1986. Fakultas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Subandrio Joko Semedi, 1987. Fakilltas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Lies Andarini, 1987.Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Jati belanda terhadap berat badan mencit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian infus daun Jati belanda 5 %, 10 %, 15 %, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun Jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

Pemanfaatan :

Bagian yang Digunakan : Daun, kulit kayu, dan buah.

KEGUNAAN Daun: Kegemukan. Buah: Bronkhitis. Biji: 1. Kegemukan. 2. Sakit perut.

RAMUAN DAN TAKARAN

Kegemukan Ramuan: Daun Jati belanda 7 helai , Daun Tempuyung 7 helai, Serbuk Majakani, sedikit Air 115 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 30 hari. Sakit Perut dan Perut Kembung Ramuan: Buah Jati belanda (serbuk) 2 sendok teh Air mendidih 100 ml Minyak Adas (bila perlu) 1 tetes Cara pembuatan: Diseduh Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari. Komposisi : Tanin, lendir, zat pahit, dan damar.

Sumber : http://obat-alam.blogspot.com/

 

JOMBANG (Taraxacum officinale Weber et Wiggers)

Filed under: Herba — zainura66 @ 8:34 am
Tags: , , , , ,

Keterangan
Umumnya, jombang tumbuh liar di lereng gunung, tanggul, lapangan rumput, dan sisi jalan di daerah yang berhawa sejuk. Terna menahun, tinggi 10 -25 cm, seluruh bagian tumbuhan mengandungi cairan, seperti susu. Daun berkumpul membentuk roset akar, bagian pangkal rebah menutup tanah. Daun tunggal, berbentuk lanset, sungsang, ujung runcing, pangkal menyempit menyerupai tangkai daun, tepi bergerigi tidak teratur, kadang berbagi sangat dalam, panjang 6 -15 cm, lebar 2 – 3,5 cm, berwarna hijau dilapisi rambut halus berwarna putih. Bunga tunggal, bertangkai panjang yang dilapisi rambut halus berwarna putih, berkelamin dua. Mahkota bunga berwarna kuning, diameter 2.5 – 3.5 cm. Buahnya berbentuk tabung, berwarna putih. Akarnya panjang, tunggal, atau bercabang. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap atau dibuat salad yang berkhasiat tonik. Daun tua dapat dikukus atau dimasak sebagai sayuran. Bunganya dapat digunakan untuk memberi warna kuning pada minuman atau kain. Jombang dapat diperbanyak dengan biji.


Penyakit Yang Dapat Diobati
:

Jombang rasanya manis, sedikit pahit, sifatnya dingin. Herba ini masuk meridian hati (liver) dan lambung, serta berkhasiat tonik pada liver dan darah. Selain itu, juga berkhasiat antibiotik, antiradang; menghilangkan bengkak, menghancurkan sumbatan, peluruh kencing (diuretik kuat), membersihkan panas dan racun, serta meningkatkan produksi empedu. Akar sedikit pahit, berkhasiat antitoksik, peluruh kencing (diuretik), pereda panas (antipiretik), penguat lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), melancarkan pengeluaran AS1 (laktagoga), laksatif ringan, dan menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik). Akar lebih berkhasiat jika digunakan setelah tumbuhan berumur 2 tahun. Khasiat antitoksik akar jombang membantu mekanisme kerja hati dan kandung empedu untuk mengeluarkan sisa metabolisme serta merangsang ginjal mengeluarkan racun melalui air kemih. Selain itu, jombang berperan dalam proses pembuangan racun yang terbentuk pada infeksi dan polusi. Kandungan polisakarida dari tumbuhan jombang dapat menghambat perkembangan sel kanker paru-paru manusia yang ditransplantasikan pada tikus dan menghambat perkembangan sarcoma. Herba jombang berkhasiat menghambat perkembangan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolyticus, dan Neisseria catarrhalis. Ekstrak alkohol herba jombang berkhasiat melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga) pada tikus. Melindungi kerusakan liver (hati) tikus yang diberi zat karsinogenik CCl4. Air rebusan jombang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan makrofag, merangsang pembentukan limfosit, dan pembentukan antibodi. Daun jombang berkhasiat diuretik kuat. Namun, tidak menyebabkan kekurangan kalium karena tumbuhan ini mengandung cukup kalium (Journal Planta Medica, 1974). Akar jombang berkhasiat membersihkan hati, merangsang produksi cairan empedu, dan laksatif ringan (peneliti German, 1959).


Pemanfaatan
:

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah herba dan akar segar maupun yang telah dikeringkan.

INDIKASI

Herba jombang digunakan untuk pengobatan : -

- radang, seperti radang tenggorokan, radang mata merah (konjungtivitis), radang akut usus buntu (akut apendisitis), radang panggul, radang hati (hepatitis), radang kandung empedu (kolesistitis), serta radang dan abses payudara,

- infeksi dan batu saluran kencing,

- gondongan (parotitis),

- diare, disentri,

- sakit maag (gastritis), tidak nafsu makan,

- kencing manis (diabetes mellitus),

- tekanan darah tinggi (hipertensi),

- kurang darah (anemia),

- kaki bengkak karena timbunan cairan,


- keputihan
(leukore),

- produksi air susu ibu (ASI) sedikit,


- bisul,
koreng, borok yang dalam, gigitan ular,

- cellulite,

- pembesaran prostat,

- meningkatkan pembuangan asam urat,

- bercak hitam di muka (freckles),

- tumor pada sistem pencernaan (esofagus, lambung, usus, hati, dan pankreas),

- kanker (payudara, paru-paru, leher rahim/serviks, dan gusi), serta

- leukemia granulositik kronik.

Akar digunakan untuk pengobatan : - hepatitis, sakit kuning (jaundice), - infeksi kandung empedu, mencegah timbulnya batu empedu, - memperbanyak ASI, - buang air besar tidak lancar (sembelit), - penyakit kulit, seperti jerawat, eksim, psoriasis, - rematik,termasuk osteoarthritis dan gout.

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat yang diminum, rebus atau tumbuk 15-30 g herba segar, lalu peras. Selanjutnya, minum air perasannya atau dapat digunakan untuk campuran resep. Khusus untuk mengobati kanker, tumor, atau penyakit berat, gunakan herba sebanyak 20 – 60 g. Cara lain, rebus 10 – 30 g akar, lalu air rebusannya diminum. Di beberapa negara, akar dikeringkan lalu digiling sampai halus. Ambil 1 – 2 sendok teh, lalu seduh dengan air panas. Jika diperlukan, tambahkan air perasan jeruk nipis untuk memperbaiki rasa.
Untuk pemakaian luar
, giling herba segar atau akar sampai halus, kemudian bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti payudara yang bengkak, bisul, dan luka bakar. Selain itu, daunnya pun dapat direbus, lalu gunakan airnya untuk mandi atau menguapkan wajah. Cara ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh dan memelihara kulit wajah dari flek dan jerawat.

Kencing manis, tekanan darah tinggi

Cuci 30 g herba jombang segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas. Komposisi : Herba mengandung taraxasterol, taraxacerin, taraxarol, kholine, inulin, pektin, koumestrol, dan asparagin. Akar mengandung taraxol, taraxerol, taraxicin, taraxasterol, b-amyrin, stigmasterol, b-sitosterol, choline, levulin, pektin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, dan fruktosa. Daun mengandung lutein, violaxanthin, plastoquinone, tanin, karotenoid, kalium, natrium, kalsium, choline, copper, zat besi, magnesium, fosfor, silikon, sulfur, dan vitamin (A, BI, B2, C dan D). Bunga mengandung arnidiol dan flavoxanthin. Pollen mengandung ß-sitoserol, 5a-stigmast-7-en-3ß-ol, asam folat, dan vitamin C.

Sumber : http://obat-alam.blogspot.com/

 

SERAPAT (Mapania cuspidata) HERBA UNTUK WANITA

Filed under: Herba — zainura66 @ 12:54 am
Tags: , ,

  • Membaiki dan menegang tisu faraj yang longgar
  • Mengurangkan bengkak selepas bersalin
  • Menegangkan payudara
  • Merawat masalah dalaman wanita
  • Mencantikkan dan menegangkan kulit.
 

SERUNAI LAUT (Flute of the Sea) MERAWAT SAKIT PERUT

Filed under: Herba — zainura66 @ 12:02 am
Tags: , ,

 

DAUN MADU (Barleria cristata L.) PENAWAR DIGIGIT ULAR BERBISA Mei 6, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 8:09 am
Tags: , ,

Tumbuhan asli India ini umumnya ditanam sebagai tanaman pagar. Semak, tinggi 1-3 m, bercabang banyak. Batang berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, hijau kecokelatan. Daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan, di ketiak daun dan ujung tangkai, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, warnanya ungu. Buah elips, panjang 1,5 cm, berbibir tiga sampai empat, kecokelatan. Biji kecil, pipih, warna cokelat.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, bunga, dan biji.

INDIKASI :

Daun dan akar berkhasiat mengatasi:
– rematik dan
– batuk.

Bunga berkhasiat mengatasi:
– Bengkak karena gigitan serangga.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:
– digigit ular berbisa.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Rematik
Siapkan daun segar sebanyak 1 genggam lalu cuci bersih.
Tambahkan kapur sirih 1/4 sendok teh. Tumbuk sampai lumat,
kemudian dibalurkan pada tempat yang sakit.

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Daun tumbuhan ini mengandung polifenol dan substansi pektik. Batang mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kalsium oksalat, lemak, substansi pektik, dan asam formik. Sedangkan bagian akar mengandung polifenol, saponin, dan flavonoida.

Sumber http://www.iptek.net.id/

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers