Wannura

Koleksi Tumbuhan

GREGES OTOT (Equisetum debile Roxb) UNTUK TULANG PATAH Mei 13, 2010

Filed under: Pokok liar — zainura66 @ 7:12 pm
Tags: , ,

Sporofit berbeza jelas antara akar, batang dan daun. Merupakan tumbuhan herba bebas yang tumbuh tegak atau hampir tegak. Batang agak lemah, dengan rongga di dalamnya yang disebut saluran pusat; batang itu bercabang-cabang dan semuanya berwarna hijau. Daun berupa sisik-sisik yang tumbuh berkelompok di bahagian buku batang. Sporangium terkumpul dalam strobilus yang terbentuk kun dan didukung oleh sporangiofor pada hujung-hujung bercabang;; Akar serabut keluar dari rizom dan merayap di bawah tanah.

Penggunaan : Bahagian-bahagiannya yang di atas tanah dipotong dan ditumbuk halus dan dikenali dalam bahasa Jawa sebagai ‘ greges’. Greges ini apabila dicampur dengan ‘ parem’ dapat menyembuhkan rasa pegal-pegal dan ngeri dalam persendian-persendian tulang seperti kaki dan penggang dengan cara digosokkan pada bahagian tersebut. Paku-pakis ini juga digunakan untuk membersihkan perkakas rumah kerana cabangnya mengandungi silika ( Verdoom,1938, Lawrence,1968).

Sumber: http://pkukmweb.ukm.my/

Uraian :

Tumbuh ditempat terbuka atau sedikit ternaungi, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa. Herba ini dapat ditemukan dari 300-2.700 m dpl. Tanaman pakuan yang tumbuh tegak atau tumbuh ke atas diantara tumbuhan lain, tinggi sekitar 1 m. Pangkal kadang merayap, ujung berjuntai, batang agak lemas, berongga dengan diameter 2-10 mm, bergaris-garis, beruas panjang. Cabang-cabang berkarang keluar dari buku-bukunya, selalu hijau dengan akar rimpang yang merayap. Daun keluar di atas buku, tersusun berkarang, kecil, lancip, berbentuk sisik dan merupakan sebuah kelopak tipis. Kantong spora terletak di ujung batang, berupa bulir, panjang 1-2,5 cm bentuknya lonjong dengan ujung yang tajam. Daun spora berbentuk perisai segi enam, bertangkai, di tengah-tengah berangkai dan susunannya berkeliling. Perbanyakan dengan spora.


Penyakit Yang Dapat Diobati
: Radang mata, Influenza, demam, diare, radang usus, hepatitis; Kencing atau berak berdarah, bengkak, tulang patah, wasir; Rematik;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh herba. Tanaman dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Jemur untuk disimpan.

KEGUNAAN:
– Radang mata merah (acute conjunctivitis).
– Radang saluran air mata (ductus lacrimalis).
– Menghambat pembentukan selaput pada mata (pterygium).
– Influenza, demam.
– Diare, radang usus. Hepatitis.
– Kencing berdarah (hematuria), berak darah, darah haid banyak.
– Kencing kurang lancar, bengkak (edema).
– Tulang patah, rematik.
– Wasir (hemorrhoid).

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus.
Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka.

CARA PEMAKAIAN:

1. Tulang patah:
Bila kedudukan tulang baik, ambil 2 batang herba segar seutuhnya,
dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan air garam secukupnya.
Ramuan ini dipakai untuk menurap bagian yang cedera, lalu dibalut.
Diganti 2 kali sehari.

2. Hepatitis, wasir: 30 g herba,greges otot direbus, minum sebagai teh.

3. Acute conjunctivitis, radang mata:
Greges otot, biji boroco (Celosia argentea L.), bunga chrysant
(Chrysanthemum indicum), kulit sejenis jangkrik (Cryptotympana
atrata = cicada), masing-masing 10 g, rebus. Setelah dingin
disaring, minum.

4. Reumatik:
15 g herba kering dan sebutir asam (Tamarindus indica) direbus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, minum pagi dan sore hari, sampai sembuh.

5. Wasir:
30 g herba segar greges otot dicuci bersih lalu digiling halus.
Tempelkan pada wasirnya.

CATATAN : Pemakaian lama, dapat mengganggu fungsi ginjal.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, sedikit pahit, netral. Anti radang, peluruh kencing (diuretik), pengobatan radang mata, menghilangkan angin dan panas, astringent, antihemorrhoid, menghentikan perdarahan. KANDUNGAN KIMIA: Asam kersik 5%-10%, asam oksalat, asam malat, asam akonitat (equisetic acid), asam tanat, kalium, natrium, thiaminase dan saponin.

Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/

 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s