Wannura

Koleksi Tumbuhan

Waluh (Cucurbita moschata D.)Makanan kegemaran Nabi Muhammad saw Oktober 22, 2012

Filed under: Buahan — zainura66 @ 3:49 pm
Tags: ,

Labu atau Waluh (panggilan Jawa) merupakan tumbuhan herba memanjat dan buahnya berbentuk bulat berwarna jingga. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim panas.

Pokok labu adalah jenis menjalar dan berbatang lembut. Daunnya berbentuk segi itu agak lebar dan mempunyai rerambut halus di permukaan daun. Bunganya berwarna kuning dan kelihatan cantik bila mekar. Buah labu bersaiz agak besar berbentuk bulat dan memiliki kulit yang tebal serta seolah-olah berlekuk pada setiap garisan buah tersebut. Daun muda labu juga boleh dimasak sayur.

Buah labu berwarna jingga kerana ia mengandungi beta-karotena (salah satu provitamin A dan juga sebagai antioksidan).

Labu juga merupakan makanan yang digemari oleh nabi Muhammad saw. Salah satu jenis tanaman yang dapat menjadi sumber masakan sekaligus memiliki khasiat untuk kesihatan adalah labu kuning. Labu kuning umumnya juga disebut sebagai labu tanah atau waluh (Cucurbita moschata D.) yang dalam bahasa Inggeris dikenali sebagai pumpkin.

Pemanfaatan labu kuning selama ini terbatas dalam ruang lingkup olahan tradisional, misalnya sebagai sayuran (lodeh, asem-asem, brongkos), bahan dasar kolak dan aneka kuih (dawet, lepet, jenang, dodol). Bagi masyarakat Manado labu kuning digunakan dalam pembuatan Bubur Manado dan di Sulawesi Selatan, labu kuning digunakan dalam sayur bayam.

Manfaat labu kuning

Labu kuning merupakan bahan pangan yang mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, mineral (kalsium, pospor, besi, natrium, kalium, tembaga dan seng), ß-karoten, tiamin, niacin, serat, dan vitamin C. Kandungan gizi yang sering diunggulkan dari labu kuning adalah kandungan ß-karoten yang merupakan pro vitamin A (sumber vitamin A), di dalam tubuh akan dirubah menjadi vitamin A yang berfungsi melindungi mata (dari serangan katarak) dan kulit, kekebalan tubuh dan reproduksi. Karena itu labu kuning dikenal sebagai “raja betakaroten”. Daging buahnya juga mengandung antioksidan yang bermanfaat sebagai anti kanker. Labu kuning juga dapat digunakan untuk pengobatan radang, jantung, diabetes, disentri, ginjal, demam dan diare.

Selain itu kandungan kalium pada labu kuning dapat menunjang kelancaran metabolisme tubuh. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan air dan elektrolit (asam-basa) di dalam sel tubuh. Kandungan serat yang tinggi pada labu kuning juga bermanfaat mengurangi resiko sembelit. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang dan bijinya dapat menjadi obat cacing pita. Air perasan buahnya juga dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam pengolahan makanan tradisional karena memiliki warna kuning akibat dari kandungan ß-karoten.

Selain daging buah labu kuning yang dapat dimanfaatkan, biji labu kuning juga dapat diolah menjadi kuaci dan selai. Kuaci biji labu kuning dapat dijadikan sebagai cemilan dan selainya dapat dioleskan pada roti. Biji labu kuning mengandung hormon Beta sitosterol yang dapat menekan atau menghambat kerja enzim 5-alfa reduktase. Enzim ini akan mengurangi terbentuknya hormon dihidrotestosteron dari hormon testosterone. Sehingga dapat mencegah membesarnya kelenjar prostat. Asam amino langka seperti karboksifenilalanin, pirazolalanin, etilasparagin, stirulina dan asam amino butirat juga terdapat di dalam biji labu kuning.

Senyawa pelindung

Selain itu juga mengandung alanin, glisin dan glutamat yang diperlukan kelenjar prostat. Biji labu kuning juga mengandung mineral seperti Zn (seng) dan Mg (magnesium) yang sangat penting bagi kesehatan organ reproduksi terutama kelenjar prostat. Dari beberapa penelitian mengungkapkan bahwa biji labu mengandung senyawa pelindung yang disebut fitosterol. Senyawa ini dapat membantu mengecilkan pembesaran prostat dan meningkatkan produksi testosteron sehingga jumlah sperma meningkat. Biji labu ini juga kaya akan omega-3 yang membantu aliran darah ke otak. Kandungan lainnya berupa asam lemak utama, yaitu asam linoleat, asam oleat dan sedikit asam linolenat. Selain itu vitamin E (tokoferol) dan karotenoid yakni lutein dan beta karoten juga ada di dalam daging bijinya.

Kulit labu kuning juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pemanfaatan limbah. Kandungan protein pada kulit labu kuning dapat diekstrak dan dikembangkan menjadi obat alami untuk mengatasi jamur (bakteria) pada manusia seperti Candida albicans, sejenis jamur penyebab infeksi jamur vagina, ruam popok pada bayi dan penyakit lainnya. Dari beberapa hasil penelitian dalam kultur sel menunjukkan, salah satu jenis protein memiliki pengaruh yang kuat dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans tanpa menimbulkan efek racun. Selain itu juga dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis jamur yang menyerang tanaman.

Sumber : http://www.facebook.com/assaif.alhajjam

 

3 Responses to “Waluh (Cucurbita moschata D.)Makanan kegemaran Nabi Muhammad saw”

  1. pakmankota Says:

    Artikel ini amat baik.terima kaseh.teruskan usaha.

  2. penulisan yg bagus untuk dimanafaatkan dengan inti kandungan yang membantu meningkatkan kefahaman dan boleh dipraktiskan didalam kegunaan harian.


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: