Wannura

Koleksi Tumbuhan

HALIA MERAH (Alpinia purpurata) PENGGANTI VIAGRA April 21, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 2:33 am
Tags: , , , , , , ,

Sewaktu Viagra pertama kali diperkenalkan, banyak yang tertarik untuk mencubanya, khususnya di kalangan kaum lelaki. Berapa pun harganya tidak menjadi masalah, yang penting hanyalah bagaimana kehidupan seksual mereka dapat berlangsung lebih baik. Mereka bahkan berani mengabaikan sejumlah informasi tentang resiko serta kesan sampingan penggunaan Viagra ini.

Alam semulajadi kita sebenarnya kaya dengan tumbuhan yang menyediakan alternatif lain bagi menyembuhkan berkenaan masalah seksual ini tanpa harus melibatkan unsur sintetis. Antara tumbuhan herba ini ialah Halia Merah, pada sesetengah orang dalam masyarakat kita juga memanggilnya dengan nama Halia Bara.

Halia Merah merupakan sejenis halia tetapi ia berwarna merah. Bentuk pokoknya adalah serupa dengan halia biasa (yang biasa digunakan dalam masakan) hanya ia lebih kecil dan lebih rendah. Rimpang atau buahnya juga kecil dan berwarna merah. Aromanya sama seperti bau halia biasa namun lebih tajam. Bahagian tanaman ini yang memiliki khasiat penyembuh adalah rimpang atau akarnya.

Halia merah mengandung 2.50—3.90% minyak asiri yang terdiri dari senyawa zingiberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingeberal, gingeral, dan shogool. Bukan itu sahaja, Halia merah juga mengandung minyak damar, pati, asid organik, asid malat, asid aksolat, gingerin, dan oleoroksin.

Khasiatnya

Kunci kesihatan seseorang sebenarnya bergantung pada kelancaran peredaran darah dalam badannya, jika aliran darah tersekat atau tersumbat, penyakit akan mudah untuk timbul, antaranya seperti rheumatik, sakit pinggang, gout dan badan mudah letih, masalah-masalah ini dapat di atasi menggunakan halia merah.

Selain itu rimpang halia merah juga dapat melegakan saluran pernafasan, menambahkan air susu ibu, mengembalikan selera makan, meredakan batuk dan selesema, serta meningkatkan kualiti kehidupan seksual.

Untuk mengubati batuk kering dan perut mulas, halia merah boleh dikunyah langsung atau dengan cara diperah dan diminum airnya, lakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, selama tiga hari berturut-turut atau sampai gejala penyakit reda. Untuk mengatasi luka atau melecet, cukuplah dengan cara menempelkan halia merah yang ditumbuk pada luka.

Hal sama juga dapat dilakukan pada luka-luka, terkena duri dan gatal-gatal, khasnya pada luka terkena gigitan ular, caranya tumbuk halia merah kemudian dibubuh sedikit garam dan seterusnya dilekatkan pada luka tersebut.

Pengganti Viagra

Tanpa melalui proses sintetis, halia merah sememangnya telah kaya dengan kandungan kimia, seperti unsur 1, 8 cineole yang berperan mengatasi ejakulasi pramatang, sementara anestetik antikholinesterase mampu merangsang aktiviti saraf pusat dan merangsang ereksi. Selain merangsang ereksi dan mengatasi ejakulasi pramatang, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena ia berperanan merangsang regenerasi sel kulit.

Untuk menambah gairah seksual, Anda dapat mencampur jahe dengan lengkuas, mengkudu, lada, telur ayam kampung dan sedikit garam. Caranya: tumbuk halus lengkuas, jahe dan lada. Kemudian air perahan buah mengkudu masak ditambahkan pada air rebusan. Setelah itu, campuran ini ditapis hingga menjadi satu gelas air ramuan, tambahkan garam kemudian kacau hingga sebati.

Segelas ramuan kemudian dibahagikan pula kepada dua bahagian, masing-masing ditambahkan dengan sebiji kuning telur ayam kampung, kemudian kacau hingga sebati dan ramuan ini sedia diminum oleh suami dan isteri yang memerlukannya. Jika mahu boleh juga ditambahkan dengan madu lebah.

Kami sendiri di An-Nabaat juga menyediakan “Ramuan Khas” bagi mereka yang menghadapi masalahan kesihatan berkenaan seksual seperti meningkatkan ghairah seksual, masalah kesuburan dan mati pucuk.

Sumber : http://an-nabaat.blogspot.com/

 

KERAK NASI (Sambucus javanica) UNTUK SAKIT KUNING April 17, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 6:33 pm
Tags: , ,

Sehat dengan Sangitan
Prof Hembing Wijayakusuma (01/15/2006)

Sangitan adalah habitus perdu dengan batang bulat dan bercabang banyak, tinggi sekitar 1-3 meter. Daun majemuk menyirip gasal, terdapat 5-9 anak daun. Anak daun bertangkai dengan helaian berbentuk elips memanjang sampai lanset, panjang 8-15 cm dan lebar 3-5 cm. Ujungnya runcing dengan tepi bergerigi, warna permukaan atas hijau tua sedangkan permukaan bawahnya berwarna hijau muda.

Bunganya kecil-kecil dan berwarna putih kekuningan, berkumpul membentuk payung majemuk, muncul dari ujung percabangan (terminal), baunya harum. Buahnya berupa buah buni, bentuk bulat dengan diameter 3-4 mm, bila masak berwarna hitam.

Sangitan merupakan tumbuhan asli Indonesia, tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggi 1000 meter diatas permukaan laut, menyukai tumbuh di tempat yang tidak terlalu kering atau terlalu lembab. Tumbuhan Sangitan banyak ditemukan tumbuh liar di daerah pegunungan, pinggiran kota pada tanah kosong, kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman pagar atau tanaman hias. Perbanyakan dengan stek atau biji.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis Sangitan adalah rasa manis, pedas dan sedikit pahit dan hangat. Akarnya berkhasiat menghilangkan kholik dan menghilangkan pembengkakan. Batang dan daun berkhasiat sebagai peluruh kencing, menghilangkan pembengkakan, menghilangkan rasa sakit dan melancarkan sirkulasi.

Sangitan mengandung minyak esensial, asam kafeat, asam ursolat, p-sitosterol, alpha-amylin palmitate, armin, KNO. Asam ursolat merupakan komponen aktif yang berkhasiat sebagai penenang, menghilangkan rasa sakit dan pereda demam. Bagian yang dipakai adalah akar, batang dan daun, dijemur untuk penyimpanan.

Manfaat tumbuhan Sangitan adalah akarnya untuk luka terpukul, tulang patah, rematik, pegal linu, sakit kuning dan lainnya. Batang dan daunnya digunakan untuk mengatasi bengkak karena penyakit ginjal, beri-beri, radang saluran nafas kronis disentri, erysispelas (radang akut pada kulit yang cepat menjalar ke daerah sekitarnya juga disertai demam), dan lainnya. Seluruh tumbuhannya digunakan untuk kram/kejang pada kaki, sakit pada tulang, campak dan lainnya.

Dosis pemakaian: Pemakaian luar seluruh tumbuhan dicuci bersih dan direbus, airnya dipakai untuk mencuci luka atau tumbuhan dihaluskan. Lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Pemakaian dalam: gunakan 30-60 gram direbus lalu airnya diminum.

Pemakaian luar:

Pada bagian tubuh yang bengkak terpukul, gunakan daun segar dicuci bersih dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk campak atau rubella, gunakan seluruh tumbuhan secukupnya, dicuci bersih dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan air secukupnya, dan selagi hangat airnya digunakan untuk mandi.

Bila menderita bisul, gunakan tumbuhan Sangitan dicucio bersih lalu digiling halus, tambahkan putih telur, diaduk lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Untuk mengatasi rematik kronis, sakit pinggang, dan bengkak, gunakan tumbuhan Sangitan secukupnya dicuci bersih lalu direbus dengan air secukupnya. Selagi hangat airnya digunakan untuk mengompres bagian yang sakit.

Pemakaian dalam:

Bila menderita sakit kuning, gunakan 30-60 gram akar Sangitan yang telah dicuci bersih dan dipotong-potong seperlunya, lalu ditim dengan daging sapi. Setelah matang, airnya diminum dan dagingnya dimakan. Atau bisa gunakan 30 gram akar sangitan , 30 gram temulawak, dan 30 gram daun sendok lalu airnya diminum 2 kali sehari setiap kali 200 cc.

Untuk mengobati radang ginjal kronis, gunakan 30 gram tumbuhan sangitan , 30 gram rumput jagung, 60 gram akar alang-alang, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari setiap kali 200 cc.

Bila menderita bengkak karena penyakit ginjal atau beri-beri, gunakan 30-60 gram Sangitan yang telah dicuci bersih dan dipotong-potong lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan
tradisional dan akupunktur; Ketua Umum
Himpunan Pengobat Tradisional &
Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

Sumber : http://www.plantamor.com/

 

SUBANG NENEK (Sthenodesme Temtanara) BAGI SAKIT GUSI April 9, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 11:20 pm
Tags: , ,

 

SELOM (Oenanthe javanica) ULAM PENCUCI TOKSIK

Filed under: Herba — zainura66 @ 10:07 pm
Tags: , , , , ,

 

AKAR TIKUS (Rauvolfia serpentina) UBAT PENENANG Mac 31, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 9:13 pm
Tags: , ,

Akar tikus mempunyai rasa pahit, bersifat sejuk dan sedikit beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalamnya iaitu alkaloid terdiri daripada 3 kumpulan ; alkalin kuat, quarterary ammonium compund serpentine, serpentine, sarpagine dan samantine. Penyerapan bahan kimia tidak baik digunakan secara oral. Kumpulan 2 terdiri daripada tertiary amine derivate yohimbine, ajmaline, ajmalicine, tetraphylline dan tetraphyllicine. Kumpulan 3 terdiri dari alkalin lemah secondary amines reserpine, rescinnamine, deserpidine, raunesine dan canescine.

Kesan perubatan akar tikus di antaranya sebagai penenang, menurunkan tekanan darah, melancarkan sirkulasi, menghilangkan sakit, menurunkan panas dalam , antiradang, meransang hipotalamus dan saraf simpatik perifer. Batang dan daun dipercayai menolak angin, menurunkan tekanan darah dan melancarkan darah beku.

Pembiakannya melalui biji dan tumbuhan ini hidup di tempat terbuka. Akar, batang dan daun akar tikus boleh merawat beberapa penyakit seperti :

Luka berdarah : Tumbuk halus daunnya yang muda secukupnya dan tempelkan pada bahagian luka.
Luka terpukul dan digigit ular : Tumbuk halus daun segar secukupnya dan tempelkan pada bahagian yang sakit.
Sakit kerongkong : Hiris halus akar tikus secukupnya lalu hisap seperti menghisap rokok.
Sakit pinggang : Cuci bersih 50 gm akar tikus lalu rendam dalam 1 cangkir arak selama 1 malam. Minum air rendamannya sekali gus satu kali sehari.
Tekanan darah tinggi dan demam kerana influenza : Rebus 50 gm akar, batang atau daun akar tikus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah suam, minum air rebusannya dua kali sehari sebanyak ½ gelas sekali minum.

 

POSLEN (Talinum triangulare) MELAWASKAN KENCING

Filed under: Landskap — zainura66 @ 8:23 pm
Tags: , , , ,

 

UBI KELEDEK (Ipomoea) UBAT TRADISIONAL

Filed under: Ubi — zainura66 @ 2:56 pm
Tags: , , ,

 

 
Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 77 other followers