Wannura

Koleksi Tumbuhan

Sepenuh untuk merawat sakit sendi jenis reumatisme. Julai 31, 2012

Pengenalan

Sepenuh atau nama saintifiknya Proiphys amboinensis (L.) Herbert adalah dari keluarga Amaryllidaceae. Nama lainnya ialah Si kenyang, Si kudip.

Pokok jenis herba yang mempunyai bebawang di dalam tanah.

Daun berbentuk jantung tetapi lebar bulat, tajam di hujung daun, 12-28 sm panjang dan 13-23 sm lebar, tangkai daun 23-28 sm panjang.

Bunga berwarna putih pada jambak bunga jenis umbel, satu jambak mempunyai 10 atau lebih kuntuman bunga, bunga pada satu jambak akan kembang satu demi satu dalam tempoh 2 minggu.

Kandungan

Semua bahagian – likorin, karbohidrat, mineral dan serabut.

Taburan

Sepenuh berasal dari Malaysia, Indonesia, Filipina hingga ke negara Australia. Ia tumbuh samada secara meliar ataupun ditanam di beberapa kawasan di sekitar Asia Tenggara.

Penanaman

Sepenuh lazimnya ditanam dengan menggunakan bebawang dari dalam tanah ataupun bijinya disemai. Ia boleh ditanam di dalam pasu atau di atas tanah secara barisan ataupun secara berkelompok. Ia amat sesuai ditanam di kawasan yang separuh teduh. Penanaman secara biji mengambil masa yang terlalu panjang untuk memperoleh bunganya.

Penyakit/ Perosak

Sepenuh biasanya tidak menghadapi masalah penyakit ataupun perosak yang serius.

Khasiat ubatan

Bebawang : Cecair bebawangnya digunakan untuk meransang muntah dan sebagai penawar racun anak panah atau sumpitan, racun haiwan serta penawar racun dalam makanan. Sekeping bebawang dikunyah sebagai penawar racun ikan ataupun udang.

Daun : Ditumbuk lumat dan dibuat ubat pupuk untuk merawat sakit sendi jenis reumatisme.

Kegunaan lain

Sepenuh digunakan untuk menghalau dan menghalang hantu memasuki rumah. Ia juga ditanam bersama padi untuk menjamin hasil yang lumayan. Daunnya digunakan sebagai pengebas dalam upacara seperti menuai padi, menangkap ikan dan perkahwinan.

Penggunaan sepenuh sebagai ubat herba dalaman boleh menghasilkan muntah yang teruk dan memberi kesan toksik. Ia berbahaya jikalau terlebih digunakan terutamanya kepada orang yang alah atau sensitif.

Rujukan :Tumbuhan liar: Khasiat ubatan & kegunaan lain oleh Hean Chooi Ong.

 

BUAH KERAS (Aleurites moluccana) REMPAH MERAWAT PENYAKIT Julai 12, 2010

Filed under: Rempah ratus — Wannura @ 7:23 am
Tags: , , ,


POKOK BUAH KERAS

PENGENALAN
Buah Keras (bahasa Inggeris: Candlenut, Candleberry, Indian walnut, Varnish tree atau Kukui nut tree), juga dikenali sebagai Kemiri di Indonesia, ialah salah satu spesies tumbuhan dalam famili Euphorbiaceae. Nama saintifiknya Aleurites moluccana.

Taburan aslinya tidak dapat ditentukan dengan tepat kerana pokok ini awal-awal lagi telah disebarkan oleh manusia. Pokok ini kini ditemukan secara meluas di kawasan-kawasan tropika Dunia Baru dan Dunia Lama.
Pokok Buah Keras tumbuh sehingga 15-25 meter tingginya, dengan dahan-dahan yang merampak. Daunnya sederhana dan berbentuk telur, dengan tiga lobus (kekadang lima, tetapi jarang) dan hujung yang tajam. Panjangnya 10-20 sentimeter, dengan warna yang hijau pucat.

Buahnya berbentuk kekeras bulat, dengan diameter 4 – 6 sentimeter. Bijinya mempunyai kulit yang keras yang membolehkannya dijadikan lilin. Nama bahasa Inggeris untuk Pokok Buah Keras ini berasal daripada ciri bijinya ini.

KEGUNAAN (more…)

 

POKOK HALAU NYAMUK Julai 8, 2010

Filed under: Landskap — Wannura @ 1:14 pm
Tags: , , ,

 

Zodia (Evodia suaveolens) BERACUN DAN MENAMBAHKAN STAMINA Julai 6, 2010

Pengenalan
Tanaman perdu ini berasal dari keluarga Rutacea. Tinggi tanaman 0.3 – 2 m dan panjang daun dewasa 20 – 30 cm. Bentuk zodia cukup menarik sehingga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Zodia berasal dari Papua, namun saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 400 – 1.000 meter dpl.

Perkembangbiakannya sangat mudah yaitu dengan menggunakan biji. Di daerah asalnya Papua, masyarakat di sana sudah lama menggunakan tanaman ini untuk menghalau serangga, khususnya nyamuk dengan menggosok kulitnya dengan daun zodia sebelum masuk ke hutan. Zodia memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine, sehingga menghasilkan aroma yang cukup tajam yang tidak disukai serangga. Selain itu, daun zodia terasa pahit, bisa digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk menambah stamina tubuh, sementara rebusan kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam malaria. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 % dan apinene 13.26%.

Nah, linalool inilah yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Menurut Agus Kardinan (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 %. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker.

Bunganya pun dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.  Zodia akan mengeluarkan aroma bila daun-daunnya saling menggosok. Letakkan tanaman di sekitar tempat angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiup dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan keluar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Seandainya tanaman zodia diletakkan di ruangan yang sempit dan sedikit sirkulasi udara, biasanya orang yang ada di dalamnya pun pusing atau mabuk.  Lazimnya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah.Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman bila dibiarkan bebas di lapangan bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, ia boleh mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sihat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.

Tanaman zoodia ini mampu mengusir nyamuk. Wangi dan tidak sukar memeliharanya.

Perawatan :

Cukup ditaruh di dalam rumah dan pagi hari dikeluarkan untuk menghirup udara dan disiram.  Tanaman ini termasuk bandel dan tidak terlalu perlu perawatan khusus. Berbunga/berbuah tidak sampai 1 tahun dan bijinya langsung jatuh (pecah sendiri) di sekitar pohon dan langsung tumbuh jadi tunasnya yang baru bisa diletakkan di tempat lain (pot).
Zodia termasuk tanaman yang menyenangi matahari, karena itu tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan setiap hari. Penyiramannya tidak usah terlalu sering, cukup 2 kali seminggu.

Letak di mana?
Tanaman-tanaman  ini bisa diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Yang paling tepat adalah menaruhnya di dekat jendela, pintu, ventilasi dan tempat-tempat yang memungkinkan nyamuk masuk ke dalam rumah. Selain mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah, hembusan angin bisa membuat aroma tanaman ini menyebar.

Tip
Jika tanaman sudah rimbun, sebaiknya tanaman tetap berada di luar. Petik saja beberapa lembar daun yang sudah tua, taruh di atas piring, dan letakkan di dalam ruangan. Daun di atas piring ini bisa tahan sampai dua bulan.

 

CELAKA PUTEH (Plumbago zeylanica) BERSIFAT RACUN Jun 13, 2010

Filed under: Landskap — Wannura @ 9:15 am
Tags: , , , , ,

Spesis Plumbago yang lain seperti :

Plumbago auriculata

Plumbago indica

Plumbago europaea

Pengenalan
Plumbago adalah genus dari 10-20 spesies tanaman berbunga dalam keluarga Plumbaginaceae. Plumbago zeylanica, atau White Leadwort adalah semulajadi di Asia Tenggara. Pohonnya banyak bercabang, semak cemara yang mencapai sekitar 6 kaki (2 m). Daun berwarna hijau tua, berbentuk bujur telur hingga 6 inci (30 cm) panjang dan 3 inci lebar. Tanaman ini cepat tumbuh, tetapi saiz mereka mudah dipengaruhi oleh saiz pasu dan pemangkasan.

Nama yang biasa baginya termasuklah plumbago dan leadwort (nama yang juga dimiliki oleh genera Ceratostigma). Nama botani, berasal dari perkataan Latin; timah hitam (plumbum) dan mirip (agere) , pertama kali digunakan oleh “Pliny the Elder” untuk tumbuhan yang dikenali sebagai μολυβδαινα (molybdaina) untuk Pedanius Dioscorides. Hal ini mungkin merujuk kepada bunganya warna biru-plumbum, yang mampu meninggalkan kesan ke atas kulit atau Pliny yakin bahawa tanaman ini boleh dijadikan ubat atau penawar kepada keracunan timah.

Spesies ini termasuk sebagai tanaman herba dan tumbuhan semak; tumbuh 0.5-2.0 m tinggi.

Penanaman Plumbago zeylanica perlukan sinar matahari penuh atau hingga sedikit teduhan dengan suhu yang sederhana panas. Ia memerlukan sedikit campuran tanah berasid di dalam pasu tanpa ditambah kapur. Dengan menggunakan campuran tanah terdiri daripada 2 bahagian gambut : 1 bahagian tanah liat : 2 bahagian pasir. Untuk campuran ini kita tambah baja yang agak lambat (slow release) 14-14-14. Tanaman disimpan lembap untuk pertumbuhan dan pengeluaran bunga yang optimum. Setelah berbunga, tanaman harus dipangkas agar tetap tumbuh sihat. Buahnya bersaiz kecil tapi memiliki seperti ‘gam’ lekit yang boleh melekat kepada apa sahaja. Akar , kulit akar dan biji digunakan dalam perubatan sebagai stimulasi, kaustik, pencernaan, antiseptik, anti-parasit.

Daunnya tersusun secara lingkaran, ringkas, merakap di tanah dan sering mempunyai marjin berbulu. Bunganya adalah berwarna putih, biru, ungu, merah, atau merah muda dengan lima kelopak yang sedikit melengkung . Bunga-bunga putih padat di racemes dan akan berbunga sepanjang tahun. Setiap bunga bersaiz kira-kira ½ inci lebar. Kelopak/ Kaliks bunga ini mempunyai rerambut trikoma ; mengeluarkan getah lekit yang mampu menjebak dan membunuh serangga; adalah tidak jelas apakah tujuan trikoma ini; mungkin melindungi penyebaran oleh serangga yang merayap (semut dan serangga lain yang biasanya tidak memindahan serbuk sari antara tanaman individu), atau mungkin protocarnivory.

Kaedah pembiakan :
Plumbago zeylanica yang diperbanyak dengan keratan batang, pembahagian tanaman matang atau dengan biji. Biji benih segar adalah cara terbaik untuk mendapatkan tanaman baru. Benih akan bercambah dalam masa 21 – 30 hari pada 70 ° F (21 ° C).


Kegunaan dalam perubatan
:
Plumbago bersifat ‘tajam’/ aktif dan merangsang berpeluh. Ia juga membantu memulihkan selera makan dan membantu pencernaan. Hal ini digunakan untuk dispepsia, buasir dan penyakit kulit. Suatu ketika dulu akarnya digunakan sebagai ‘alat pengguguran’; serbuk akar kadang-kadang diguna sebagai tembakau untuk meringankan sakit kepala. Hal ini juga membantu masalah tisu dalam tubuh dan bekerja sebagai anti cirit-birit.

(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Plumbago, http://www.plantoftheweek.org/)

 

JENIS DADAH DARI TUMBUHAN Jun 12, 2010

Filed under: Artikel — Wannura @ 12:10 am
Tags: , , ,

PENGENALAN

DADAH
Dadah merupakan satu istilah khas kepada sejenis bahan yang mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan seseorang dari segi jasmani (fizikal), rohani (mental dan emosi) serta tingkah laku pengguna apabila digunakan. Akibat daripada kesan ini seseorang yang menggunakan dadah akan terus bergantung hidup kepada dadah tersebut dan menyebabkan ketagihan.

Pelbagai dadah dikenali sebagai heroin, morfin dan ganja pada hakikatnya merangkumi juga semua bahan yang boleh memberi kesan seperti yang dinyatakan. Tembakau dan arak juga merupakan dadah dan pengambilan yang berlebihan mendatangkan kesan yang mudarat.

Dadah adalah satu-satunya masalah sosial paling rumit yang sedang dihadapi oleh negara. Masalah ini mula diperkatakan sejak tahun 70-an lagi, tetapi sehingga kini masih tidak menampakkan perubahan positif. Mengikut penilaian United Nations International Drug Control Program, dalam tahun 1993 sahaja, sebanyak 24 023 orang penagih dadah telah dikenal pasti di Malaysia.

Daripada bilangan ini 59.3% adalah penagih yang menagih semula manakala sebanyak 10 216 orang telah ditangkap kerana kesalahan bersabit dadah. Masalah dadah sebenarnya adalah masalah sejagat. Laporan menunjukkan aktiviti penghasilan pelbagai jenis bahan dadah sentiasa meningkat.

PENGELASAN DADAH
Dadah boleh dikelaskan seperti berikut: (more…)

 

BUAH KEPAYANG (Pangium edule)…DITELAN MABUK DIBUANG SAYANG Mei 24, 2010

Filed under: Beracun — Wannura @ 7:29 pm
Tags: , , , , ,


ARKIB : 26/05/2009
Buah kepayang menyelerakan
Oleh HARIS FADILAH AHMAD
utusanpahang@utusan.com.my

JERANTUT 25 Mei – Kita mungkin biasa mendengar kiasan, ‘sayang-sayang buah kepayang, ditelan mabuk, dibuang sayang.’

Namun, berapa ramai di kalangan kita terutama generasi muda yang mengenali buah kepayang?
Bagi penduduk di Hulu Tembeling, Kuala Tahan dan Pulau Tawar dekat sini, buah kepayang tidak asing bagi mereka, malah ia menjadi salah satu makanan mereka terutama bagi hidangan petang.

Sebagaimana yang disebut dalam kiasan tersebut, buah kepayang memang memabukkan dan rasanya pahit.
Bagaimanapun, jika diproses dengan cara yang betul, ia boleh menjadi makanan yang menyelerakan.
Kemahiran penduduk di kawasan pedalaman tersebut memproses buah kepayang boleh menghilangkan rasa mabuk.

Malah, kebijaksanaan penduduk tempatan memproses buah kepayang hingga boleh dijadikan bagi tujuan perubatan tanpa menimbulkan komplikasi kesihatan.
Selain buah kepayang atau nama saintifiknya Pangium edule terdapat juga buah hutan lain di Taman Negara yang lazim menjadi makanan penduduk daerah ini iaitu perah, kedondong, ara, mencepu, kerdas dan ubi gadong.

Berbalik kepada kepayang, buah ini merupakan antara spesies yang dikenali sebagai pokok beracun. Ketinggian pokok kepayang menyamai pokok durian.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa pahit dan racunnya.
Antaranya termasuk merendam bijinya ke dalam air sebelum dibakar atau direbus untuk menghilangkan rasa pahitnya.

Biji yang berwarna putih akan bertukar kehitaman selepas direndam dalam air.

Kulit buah kepayang berwarna kelabu dan biji di bahagian dalamnya dilitupi selaput putih dan berminyak.
Seorang penduduk Kampung Pengau, Muji Mohamad, 67, berkata, bentuk buah kepayang sama seperti buah sukun berukuran antara 15 hingga 17 sentimeter dan mengandungi antara enam hingga lapan biji di dalamnya.
Muji memberitahu, biji buah kepayang beracun dan ia tidak boleh dimakan mentah-mentah dan memabukkan jika dimakan.

”Buah ini boleh dimakan selepas bijinya direndam dalam air selama seminggu, kemudian direbus atau dibakar terlebih dahulu sehingga kesan pahit yang memabukkan benar-benar hilang,” katanya kepada Utusan Malaysia ketika ditemui di Kampung Pengau baru-baru ini.

Kebiasaannya, kata Muji, masyarakat Hulu Tembeling merendam biji kepayang di dalam sungai selama seminggu dan selepas itu buah berkenaan direbus selama kira-kira 45 minit.
Menurutnya, proses merendam dan merebus itu perlu dilakukan dengan cermat. Selepas proses merendam, kulit buah berkenaan dibelah untuk mengambil isinya.

”Selepas direbus, isinya yang kehitaman dihiris nipis-nipis. Kami menggoreng semula dengan mencampur sedikit kunyit dan garam sebelum dimakan dan jika banyak bolehlah dijual,” katanya.
Muji yang menjual buah kepayang secara kecil-kecilan seterusnya berkata, rasa isi buah itu kepayang lemak dan rangup selepas digoreng dan ia amat menyelerakan jika dihidang bersama air kopi.
”Saya menjual isi biji kepayang yang diisi dalam tin susu pekat dengan harga RM2 setin dan kebiasaannya cukup laris sehingga mampu menampung belanja dapur,” katanya.

Muji memberitahu, masyarakat Melayu Hulu Tembeling pada zaman dahulu juga memproses biji buah kepayang untuk dijadikan minyak masak dan minyak pelita.Untuk menghasilkan minyak, katanya, biji buah kepayang yang matang dikeringkan dan kemudian ditumbuk serta diperah.”Proses ini melibatkan lebih 30 biji buah kepayang untuk memperoleh sebotol minyak. Ia boleh digunakan untuk menyediakan masakan dan juga bahan bakar bagi menyalakan pelita,” katanya.

Selain itu, jelas Muji, minyak buah kepayang juga boleh dicampur dengan beberapa ramuan herba lain untuk dijadikan minyak mengurut bagi ibu selepas bersalin.

Malangnya, pokok buah kepayang yang sebelum ini banyak ditemui di hutan Taman Negara dan tepi Sungai Tembeling kini semakin sukar ditemui kerana diancam kepupusan.

Mungkin generasi akan datang tidak mengenali buah kepayang, malah, mereka juga sudah melupakan kiasan ‘sayang-sayang buah kepayang, ditelan mabuk, dibuang sayang.’

 

GANJA (Cannabis sativa) SEBAGAI PENAWAR DAN RACUN April 30, 2010

Filed under: Herba — Wannura @ 9:24 am
Tags: , ,

Pokok ganja ialah herba tahunan yang tergolong dalam genus dioecious, keluarga Cannabaceae, dan order Rosales (dahulunya order Urticales). Dalam mengelaskan pokok ganja, kontroversi filogenetik berlaku sama ada pokok ganja yang ditanam/dibiak datang dari satu spesis (Cannabis sativa) atau dari pelbagai spesis (Cannabis indica, Cannnabis ruderalis atau Cannabis americana).

Pokok ganja boleh hidup dalam pelbagai iklim. Tumbuhan ini mempunyai serabut yang kuat yang dikenali sebagai gentian hem dan digunakan dalam industri tekstil. Biji pokok ganja digunakan sebagai makanan burung mempunyai kandungan protein, asid lemak rantai panjang dan tenaga yang tinggi. Pokok ganja mengandungi bahan halusinogenik dan bahan kimia aktif psikoaktif dan psikologi lain seperti cannabinoid. Putik/pucuk dan daunnya boleh digunakan untuk tujuan perubatan dan rekreasi. Penyediaan sebegini dipanggil Ganja. Ganja digunakan dengan cara menelannya atau dengan cara menghisap bersama tembakau atau tanpa tembakau. Ada juga keju yang dihasilkan berasaskan lemak ganja. Di beberapa negara di Eropah memberi lembu tenusu makanan dari pokok kanabis kerana dipercayai ia menggalakkan pengeluaran susu.

Fisiologi pokok ganja

Pokok ganja membiak melalui percantuman seks. Pokok betina akan mengeluarkan putik yang boleh menghasilkan ratusan biji benih. Pokok jantan matang lebih awal daripada pokok betina. Walaupun gen menentukan jantina pokok, faktor sekeliling turut terlibat. Misalnya hermaphrodyte asli mempunyai dua jantina dan kedua duanya mandul. Namun, organ seks hermaphrodyte bukan asli boleh berfungsi sepenuhnya. Pendekatan ini digunakan dalam menyediakan biji benih komersil. Biji benih betina dihasilkan dengan merawat hermaphrodyte betina yang kekurangan gen jantan dengan hormon.

Pokok ganja boleh mengadakan proses fotosintesis, jadi pembesaran pohon ini tidak bergantung kepada pusingan malam untuk menyerap karbon dioksida. Pokok ganja berupaya untuk berada dalam keadaan cerah selama 24 jam sehari (biasanya dengan bantuan cahaya lampu), walaubagaimana pun penanam pokok ganja menggalakkan tempoh rehat (gelap) supaya pokok tersebut tidak tertekan ( overstress ). Pokok ganja mula berbunga apabila kegelapan melebihi 11 jam sehari dan boleh kekal sehingga 6 minggu.

Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Pokok_ganja

Ganja (Marijuana) berasal daripada sejenis pokok hem yang bergelar Cannabis sativa. Perkataan “Ganja” berasal dari bahasa Sanskrit yang memberi maksud “Resin/getah dari pokok berserabut”. Ia merujuk kepada daun, batang, bunga dan biji benih kepada pokok Kanabis tersebut yang mengandungi resin dan selalunya dikeringkan (dengan menyalai) dahulu sebelum digunakan. Ganja selalunya berwarna kehijauan hingga keperangan, dengan berbau tengit dan boleh dimakan atau dihisap (tanpa atau bersama tembakau). Kesan daripada pengambilan ganja boleh dirasai dalam 10 minit yang pertama jika dihisap. Tempoh masanya adalah lebih panjang jika dadah ini dimakan. Secara amnya, seseorang itu boleh berkhayal selama 2 setengah jam atau lebih lama jika dimakan. Pengambilan dan memiliki ganja adalah haram di kebanyakan negara, dan telah diselubungi kontroversi mengenai penggunaannya dalam perubatan. Ganja mengandungi lebih 420 bahan kimia dan kesannya kepada manusia bergantung kepada individu dan situasi. Ini menyebabkan kesan ganja agak sukar untuk diperhati dan dikaji.

Kimia dan Kesan kepada Neuron

Bahan kimia psikoaktif utama dalam marijuana ialah delta 9 tetrahydrocannibinol (THC). Ganja juga mengandungi banyak cannabinoid lain yang berkaitan dengan THC. THC bersifat lilpofilik ( lilpophilic ) dan disimpan dalam lemak badan. Ini adalah antara sebab mengapa pengguna ganja kurang mengalami simptom tarikan ( withdrawal ). THC mengambil masa berminggu minggu untuk keluar dari badan manusia. THC mengikat pada reseptor CB1 yang dijumpai di beberapa bahagian badan. CB1 banyak terdapat di ganglia basal dan sistem limbik (sekumpulan struktur otak, termasuk amigdala, hipokamus dan hipotalamus yang berkaitan dengan aktiviti seperti autonomi, emosi, dan tingkah laku), selain ditemui di serebelum, dan sistem pembiakan manusia.

Reseptor CB2 pula dijumpai dalam zon peralihan limpa dan tiada reseptor CB2 dalam sistem saraf pusat (CNS). Apa yang menarik ialah jika dadah menjadikan CB2 sebagai sasaran, sudah pastilah penggunaan ganja dalam perubatan tidak mendatangkan kesan kesan psikotropik. Tiada reseptor CB dijumpai dalam medula, bahagian otak yang mengawal pernafasan dan fungsi jantung. Kekurangan reseptor CB di medula adalah punca mengapa pengguna ganja tidak mudah mati jika terlebih dos. Neil Goodman menyebut, ” Both subtypes (CB1 and CB2) belong to the seven transmembrane spannir receptor family with a seven a-helices spanning the cell membrane. The intracellular loops of the receptor protein are involved with the G-proteins responsible for the transduction of the intercellular signal. This G-protein-coupled receptor causes the inhibition of the enzymatic activity of adenylate cyclase responsible for the production of cyclic adenosine monophosphate (cAMP) in the cell.” [Neil Goodman, 2003, erowid.org]. Reseptor CB terletak di dalam neuron presinaps. Seperti kata Kreitzer dan Regehr, apabila salah satu penghantar biasa seperti glutamat atau GABA meransang neuron postsinaps, neuron tersebut membebaskan bahan kimia cannabinoid ( contohnya anandamide atau 2-AG). Penghantar tersebut kemudiannya kembali kepada neuron presinaps bagi mengurangkan penghasilan cannabinoid buat sementara waktu. THC boleh merencat keplastikan sinaps otak. Ini adalah disebabkan reseptor CB1 mengubah keplastikan sinaps bersandar cAMP dan seterusnya menghalang pengambilan sinaps baru dengan cara merencat penghasilan cAMP.

Sumber : http://uchx.blogspot.com/

 

KAIT-KAIT (Indorouchera griffithiana) MERAWAT DEMAM MALARIA Mac 23, 2010

Filed under: pokok hutan — Wannura @ 7:26 pm
Tags: , , ,

 

RENGAS (Gluta spp.) POKOK HUTAN YANG BERACUN Mac 20, 2010

Filed under: pokok hutan — Wannura @ 12:58 pm
Tags: , ,