Wannura

Koleksi Tumbuhan

KETUMBIT JANTAN ANTIBIOTIK SEMULAJADI April 30, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 3:25 pm
Tags: , ,

 

ASHITABA (Angelica keiskei) PENAWAR KANSER April 29, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 10:45 am
Tags: , ,

MALAIKAT PENYEMBUH DARI NEGERI SAKURA

Rahasia umur panjang penduduk Hachijo Jepang, hingga rata-rata 90 tahun akhirnya tersingkap. Mereka rutin mengkonsumsi Ashitaba setiap hari. Tanaman obat kaya antioksidan itu mereka jadikan sayur menyebabkan daya tahan tubuh sangat kuat.

Ashitaba mempunyai getah berwarna kuning atau chalcones yang keluar dari batang dan daun. Disitu terdapat beberapa bahan aktif seperti xanthoangelol dan 4-hydroxyderricin. Diantara sekitar 50 jenis Angelica, Ashitaba merupakan satu satunya yang memiliki getah kuning.

Tanaman yang dibudidayakan Balitro (Balai Tanaman Obat Aromatika) ini bernama Angelica keiskei Koidzumi.

Selain kaya antioksidant tanaman ini juga ampuh melawan kanker seperti dibuktikan oleh Toru Okiyama, seorang peneliti di Universitas of Meiji Jepang yang memberikan ekstrak Ashitaba pada tikus penderita kanker paru dan kulit. Enam bulan berselang setelah perlakuan kanker paru dan kanker kulit tersebut sembuh.
dari hasil penelitian lain yang dilakukan di FK Eihme University juga di Jepang menemukan senyawa yang berperan melawan kanker disebut XANTHOANGELOL, berfungsi menghambat sintesis DNA pada sel-sel kanker.
Xanthoangelo juga ditengarai ampuh mengobati Neuroblastoma alias kanker syaraf dan leukemia, Xanthoangelol berfungsi apoptosis dan memetikan sel kanker.

Ashitaba, masih saudara dengan Centella asiatica/pegagan disini dulu banyak diresepkan untuk menghilangkan kesulitan menstruasi, memperlancar aliran darah, obat diuretik, dan memperlancar susus ibu serta antihipertensi.

Fungsi lain adalah mengurang LDL (Low Dencity Lipoprotein) atau kita kenal dengan kholesterol jahat,..
Ashitaba juga mempunyai kemampuan untuk melawaqn Diabetes, Kazau Hilda seorang herbalist di Jepang telah mencobanya dan secara fantastis menurunkan kadar glukosa dari 400 mg/dl ke 150mg/dl setelah mengkonsumsi Ashitaba selama 6 bulan. Kandungan 4-hydroxyderricin (4-HD) dan xanthoangelol memiliki khasiat seperti Insulin Angelica=Malaikat, juga kaya khlorofil

Sumber : http://kiathidupsehat.com/

 

DAUN DEWA (Gynura segetum) UNTUK MASALAH HAID April 28, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 3:28 pm
Tags: , ,

Pdpersi,  Jakarta – Daun dewa umumnya ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat, walau bisa ditemukan tumbuh liar di beberapa kawasan hutan di Indonesia.
Tanaman yang di Sumatera dinamai beluntas cina , daun dewa dan tigel kio di jawa ini tumbuh tegak, tinggi 30 – 50 cm, bila agak tua bercabang banyak. Batang lunak berwarna hijau dengan alur memanjang warna trengguli. Daun tunggal, bertangkai, berdaging, berambut lebat, helai daun bulat telor sampai bulat memanjang, hujung tumpul, pangkal meruncing, tepi bertoreh, pertulangan menyirip, warna permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda, daun tua membagi sangat dalam, panjang 8 – 20 cm, lebar 5 – 10 cm. Bunga majemuk bentuk bongkol, keluar dari ujung tangkai, warna kuning. Buah kecil, cokelat. Akar membentuk umbi, warnanya keabu-abuan, panjang 3 – 6 cm, diameter sekitar 3 cm. Perbanyakan dengan umbi, tunas anakan, dan setek cabang sekunder.

Sifat dan Khasiat
Daun dewa bersifat manis, tawar, dingin dan sedikit toksik. Berkhasiat sebagai antiradang, pereda demam (antiperik), penghilang nyeri (analgesik), pembersih darah, penyejuk darah dan membuyarkan bekuan darah .

Kandungan Kimia
Daun dewa mengandung alkaloid, saponin, flavonoida, minyak asiri dan tanin.

Bagian yang Digunakan
Seluruh tumbuhan (herba) dan umbi. Bisa digunakan herba segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Daun dapat digunakan untuk mengatasi: bengkak terbentur (memar), TB paru, bronkitis, batuk rejan (pertusis), batu ginjal, radang mata, sakit gigi, radang tenggorok, rematik sendi, perdarahan kandungan, payudara bengkak, kencing manis, darah tinggi, tidak datang haid, ganglion, kista, tumor, digigit binatang berbisa. Umbi berkhasiat untuk mengatasi: benjolan karena gumpalan darah (hematoma), bengkak karena memar, tulang patah (fraktur) dan perdarahan sehabis melahirkan.

Cara Pemakaian
Herba segar sebanyak 10 – 15 g direbus, atau direndam dalam arak kuning, minum. Bisa juga dauun segar dimakan mentah seperti lalap. Umbi segar sebanyak 6 – 9 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar atau umbi segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit seperti pembengkakan payudara (masitis), memar, bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka berdarah, bisul, radang kulit bernanah, borok di kaki, cantengan dan kutil.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Pemberian infus pada daun dewa sebanyak 8 ml/kk bb dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% b/v per oral pada marmut yang dibuat demam dapat memberikan pengaruh antiperik. Pembanding: parasetamol (Marmurawati, Jurusan Farmasi FMIPA UNHAS 1993).

Pemberian secara oral infus daun dewa 10% dengan dosis 1 g/kg bb pada kelinci yang diberikan glukosa per oral dengan dosis 1,75 kg bb, dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 71,06%. Pembanding: glipizide (Muhammad Muslich, Fak. Farmasi, UNTAG 1993).

Pemberian sari air daun dewa dengan dosis yang setara 100 mg daun/100 g bb pada tikus dapat menurunkan kadar glukosa darah 1 jam setelah perlakuan (Nurul Hidayah Hidayati, Jurusan Farmasi FMIPA UI 1991). Infus daun dewa dengan dosis 12,5 mg, 25 mg, 50 mg, 100 mg dan 200 mg/kg bb yang diberikan secara intravena pada tikus jantan putih dewasa Galus Wistar, dapat menurunkan tekanan darah arteri. Pada dosis 50 mg/kg bb, infus daun dewa tidak menghambat peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh adrenalin dan noradrelin. Efek hipotensif ini tidak dipengaruhi oleh yohimbin (alfa adrenalin), isoprenalin (amin simpatomimetik yang bekerja pada reseptor beta 1 dan beta 2), dan asetilkolin (parasimpatomimetik). Aktiviats hipotensifnya juga dapat menghambat efek dari tiramin dan efedrin. Diduga infus daun dea menghambat kerja obat simpatomimek yang bekerja tidak langsung. (Nelly C. Sugiarso dan Endang Hardini, Lab. Farmakologi-Toksikologi, Jurusan Farmasi FMIPA-ITB, Warta Perhipba th 2 No.3 edisi Juli – September 1994).

Sari daun dewa segar dosis 0,01 ml/10 g bb yang diberiakan secara oral pada mencit, memberikan efek analgesik lebih baik daripada asetosal sebagai pembanding (Pujiastuti, Lucie Widowati dan Budi Nuratni, Puslitbang Farmasi Badan Litbangkes Depkes RI). Dosis 2,23 mg/02 ml dan 4,46 mg/0,2 ml dari ekstrak heksan daun dewa yang diberikan secara intraneoplasma pada mencit yang diinduksi dengan karsinogen benzopirena mampu menghambat pertumbuhan kanker. Hal ini didukung juga dengan data histopatologi, yang menunjukkan adanya nekrosis dari sel-sel kanker (Sukardiman, IGP Santa dan N. Wied Aris R.K., Fak, Farmasi UNAIR).

Contoh Pemakaian

Luka bakar, Luka teriris
Umbi daun dewa setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut.

Bengkak terpukul, Masuk angin
Umbi daun dewa segar sebanyak 6 – 9 g diiris tipis-tipis. Tambahkan arak kuning (wong ciu) secukupnya, lalu distim. Minum selagi hangat.

Luka terpukul, Tidak datang haid
Herba daun dewa sebanyak 15 – 30 g direbus atau ditumbuk, ambil air perasannya. Tambahkan arak yang sudah dipanaskan, lalu diminum.

Perdarahan pada perempuan, batuk dan muntah darah, payudara bengkak
Sebatang tumbuhan daun dewa dengan berat sekitar 15 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore masing-masing 1/2 gelas.

Bisul, koreng
Herba daun dewa dan herba sosor bebek, keduanya yang segar dengan ukuran sama banyak setelah dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan ini ditempelkan pada bisul atau koreng lalu dibalut.

Ganglion
Makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.

Kutil, cantengan
Daun dewa segar secukupnya dicuci bersih lalu dipipis. Buhuhkan pada kutil atau bagian kuku yang cantengan, lalu dibalut. Ganti sehari 2 kali.

Digigit ular berbisa
Umbi daun dewa secukupnya ditumbuk sampai halus. Bubuhkan di bagian tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.

Kejang panas pada anak
Sebatang tumbuhan daun dewa dicuci lalu ditumbuk. Air perasannya ditambah sedikit arak, lalu diminumkan. Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi

Daun Dewa Pembersih Kutil
‘Saya tahu soal manfaat daun dewa. Saya memakai umbinya untuk mengobati istri saya yang kena kanker payudara. Saya bersyukur, istri saya pun akhirnya sembuh,’ kata Soemarsono, penduduk Pondok Gede, Bekasi mengenai pengobatan kanker dengan memanfaatkan khasiat tumbuhan alam.

Ketika menyampaikan informasi ini beberapa waktu lalu, ia mengatakan bahwa istrinya ini sudah pernah dioperasi namun tak juga kunjung sembuh. Akhirnya setelah mendengar bahwa umbi daun dewa mampu mengatasi kanker, ia pun mulai meracik sendiri ramuan dari umbi tersebut untuk istrinya.

Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour) Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit. Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.

Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang, berwarna kuning berbentuk bonggol. Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.

Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.

Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar, haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap sore hari. (wed)
(Republika, Selasa, 21 Desember 2004) 

Sumber : http://anton26.webs.com/daundewa.htm

 

TAPAK LIMAN SEBAGAI VIAGRA JAWA (Elephantrophus scaber)

Filed under: Herba — zainura66 @ 2:57 pm
Tags: , , , ,

Pengenalan
Tapak liman berasal dari Amerika tropis, kini ditemukan di banyak negara Asia, (contohnya Cina), dan di Polynesia. Di Indonesia tumbuhan ini tumbuh di atas dataran rumput, di pinggir jalan, tanggul dan di pinggir hutan pada ketinggian 1200 m dari permukaan laut.

Penerangan
Tapak liman merupakan tanaman jenis rumput-rumputan yang tumbuh sepanjang tahun, berdiri tegak, berdaun hijau-tua. Daun rendahan berkumpul membentuk karangan di dekat akar-akar, dengan tangkai yang pendek; bentuknya panjang sampai bundar telur, berbulu, bentuknya besar sekitar 4-35 x 2-7cm. Bunganya berwarna merah-ungu, terbagi menjadi lima bagian dan mulai muncul sekitar bulan April sampai Oktober. Bunganya mekar antara Jam 13-14 siang, dimana bunganya siap untuk dibuahi oIeh serangga, dan sekitar jam 16 bunga telah tertutup kembali.Bunganya berwarna ungu dan tumbuh dari jantung daun. Pada tumbuhan ini terjadi pembuahan dini. Akar pada tanaman ini besar, kuat dan berbulu seperti pohon sikat.

Kandungan kimia : Daun pada tumbuhan ini mengandung zat semacam glukosida. Ekstrak daun berkhasiat sebagai antibiotik terhadap Staphylococcus, dan pada daunnya juga telah ditemukan suatu zat pahit dan glikosid berupa kristal putih.

Kegunaan : Daunnya digunakan sebagai obat demam, batuk, sariawan, mencret menahun, panas, penyakit cacing dan sebagai perangsang nafsu kelamin. Akarnya bila ditumbuk halus, bisa dijadikan sebagai obat malaria pada anak-anak. Seluruh tumbuhan digunakan untuk mengobati epistaxis (hidung berdarah), sakit kuning, infeksi saluran kencing, cacar air, busung, absces, borok, gigitan ular dan gigitan serangga.

Tapak Liman, Mengobati Hepatitis sampai Keputihan
JAKARTA- Namanya cukup bervariasi, mulai dari tutup bumi, tapak tangan, balagaduk. Tapi tetumbuhan ini lebih dikenal dengan nama tapak liman. Bernama latin Elephantopus scaber L atau Asteromphalus cochinchinensis Spreng, flora ini dikenal memiliki cukup banyak khasiat.

Tanaman ini dikenal dengan julukan Viagra Jawa karena kemampuannya memicu hormon kaum Adam. Ini disebabkan tapak liman mengandung stigmaterol yang membentuk hormon progesteron, memacu ghairah pria, melancarkan peredaran darah. Selain itu, stigmaretol juga mampu melancarkan air seni.

Khasiat lain dari tanaman liar ini adalah memerangi peradangan hepatitis. Yang mujarab untuk penyakit ini adalah bahagian akar segarnya. Bahagian itu direbus dengan daging. Air rebusannya diminum secara rutin selama 4-5 hari.

Manfaat lain tapak liman adalah mengobati keputihan. Caranya dengan merebus bagian akar, batang, atau daun dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, minum ramuan ini dua kali sehari. Untuk penyakit anemia tujuh helai daun tapak liman dicuci bersih dan ditumbuk sambil diberi sedikit garam. Kemudian seduh dengan 1 gelas air, tambahkan sedikit gula aren.

Minum 1 hari sekali. Jangan lupa, tanaman ini juga mampu mengatasi penyakit beri-beri. Untuk yang terakhir ini, pengolahannya agak unik. Bahan paling segar dari seluruh tumbuhan distim bersama dengan tahu, lalu dimakan.

Semua khasiat tapak liman itu sudah dikenal sejak lama, terutama di kalangan ahli farmakologi China. Daunnya mengandungi epifrieelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, dan isodeozyelephantopin. Pada bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside. Tapak Liman terasa pahit, pedas, sejuk, penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan dan meneutralkan racun.

Tanaman ini tergolong tanaman liar. Batang tangkainya kaku dan liat, berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun pada tangkai bunga kecil, letaknya jarang, panjang 3-9 cm, lebar 1-3 cm.
Bunga majemuk berbentuk bongkol, letaknya di ujung batang, berwarna ungu, mekar pada siang hari sekitar pukul satu siang dan menutup kembali pada sore hari. Buah berupa buah bongkah yang keras, berambut, berwarna hitam. Akarnya tunggang yang besar berwarna putih.(mer)

Tapak Liman sebagai Viagra Jowo
Tapak Liman (Elephantopus scaber)

ORANG SERING MENYEBUTNYA VIAGRA JOWO, merupakan tanaman liar tegalan, lerengan bantaran kali banyak dijumpai di Desa Ngambar Kab Gresik, tumbuhnya seperti menempel pada tanah. daunnya berwarna hijau tua agak kasar, permukaannya berbulu halus, Panjangnya tidak kurang dari 25 cm,tepinya bergerigi.Bunganya berwarna unggu, buahnya keras berwarna hitam.

Tapak Liman terasa pahit, pedas, sejuk, penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilamhkan pembengkakan dan menetralkan racun.

Di Asia bagian utara asia tenggara Tapak Liman digunakan sebagai obat kuat pengganti viagra karena stigmaterol yang memacu pembentukan hormon kejantanan karena Tapak Liman mengandung stigmaterol yang membentuk hormon progesteron, memacuh gairah pria, melancarkan peredaran darah,mencegah kehamilan, melancarkan air seni Lupeol, Isodeoxyelephantopin, 11, 13 Dihydrodeoxoxyelephantopin, asam amino senyawa sesquiterpenoid hasil reduksi deoxyelephantopin merupakan senyawa antitumor, peradangan akibat bakteri, antibiotik terhadap staphylococcus penyebab keputihan.

Untuk mengatasi keputihan, 2 tanaman tapak liman sedang (akar, batang, daun) direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, minum ramuan ini dua kali sehari. Sedangkan untuk penyakit Anemia 7 Helai daun tapak liman dicuci bersih dan ditumbuk sambil diberi sedikit garam. Kemudian seduh dengan 1 gelas air, tambahkan sedikit gula aren. Minum 1 hari sekali.

Sumber : http://www.freewebs.com/anton26/tapakliman.htm

 

JELAI (Coix lachryma jobi) BOLEH DIJADIKAN UBAT DAN TASBIH April 27, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 4:13 am
Tags: , , , ,

PENGENALAN
Tumbuhan daripada famili rumput ini mempunyai batang tegak yang mempunyai buah keras berupa manik dan berlubang di tengahnya. Kanak-kanak kampung menjadikan tasbih daripada buahnya yang dicucuk pada tali. Satu kepercayaan masyarakat Melayu yang mengatakan kucing yang dipakaikan dengan rantai buah tasbih menjadi kurus dan tidak sihat. Namun, sejauh manakah kebenarannya tidak dapat dipastikan.

Tumbuhan berumpun ini mencapai ketinggian 3 meter. Buahnya berkilau seperti porselin, tebal dan keras.
Ia berwarna hijau muda semasa muda dan berubah menjadi kuning langsat bila masak. Ia menjadi hitam apabila tua. Daunnya berbentuk seperti daun jagung tetapi lebih pendek dan berKetak-ketak. Upih daunnya rapat memenuhi batang. Tumbuhan ini hidup subur di kawasan yang mendapat cahaya matahari yang cukup. Jelai membiak melalui pecahan rumpun, sama seperti kebanyakan tumbuhan lain daripada famili rumput.

KEGUNAAN
Di kampung-kampung, herba ini digunakan bagi mengubati sakit kepala dan migrin. Caranya, keseluruhan pokok dibersihkan sebelum dicincang dan direndam dalam air panas. Pesakit dimandikan dengan air rendaman ini selepas suam.
Akarnya mampu mengubati demam kuning dengan cara merebus 15 gram akarnya sehingga air rebusan tinggal setengah. Kemudian, air ini ditapis dan diminum 2 kali sehari. Di samping itu, pesakit perlu minum banyak air masak semasa mengamalkan tonik ini.

Bagi merawat batu karang pula, 5 gram daunnya dijadikan teh dan diminum serta diamalkan hingga masalah batu karang hilang. Tambahkan daun hingga 10 gram bagi mengubati jangkitan pundi kencing dan kencing kotor.

Bagi merawat reumatoid pula, 30 gram buah yang tua direbus hingga airnya tinggal suku, tapis dan minum airnya semasa sakit. Pastikan air rebusan adalah rebusan yang baru dan bukannya yang disimpan dalam peti sejuk. Air rebusan buahnya yang diminum juga dapat menghaluskan kulit . Ia juga menjadi penawar appendiks dan cirit-birit.

Dalam perubatan tradisional Cina, jelai adalah tumbuhan yang mempunyai sifat sejuk dan berfungsi merehatkan otot, antitumor, penahan sakit, menurunkan kandungan gula dalam darah dan merawat demam. Ia juga dijadikan ubat bagi merawat cacing. Selain itu, masyarakat Cina juga menggunakan isi bijinya dalam masakan sama seperti penggunaan barli iaitu dijadikan bubur dan sup.

Penggunaan herba ini perlu dielakkan semasa hamil.

Sumber :
Oleh : Noraida binti Arifin
Penyembuhan semulajadi dengan herba.

 

BIDARA INDIA (Andrographis paniculata)

Filed under: Herba — zainura66 @ 4:01 am
Tags: , ,

 

HALIA MERAH (Alpinia purpurata) PENGGANTI VIAGRA April 21, 2010

Filed under: Herba — zainura66 @ 2:33 am
Tags: , , , , , , ,

Sewaktu Viagra pertama kali diperkenalkan, banyak yang tertarik untuk mencubanya, khususnya di kalangan kaum lelaki. Berapa pun harganya tidak menjadi masalah, yang penting hanyalah bagaimana kehidupan seksual mereka dapat berlangsung lebih baik. Mereka bahkan berani mengabaikan sejumlah informasi tentang resiko serta kesan sampingan penggunaan Viagra ini.

Alam semulajadi kita sebenarnya kaya dengan tumbuhan yang menyediakan alternatif lain bagi menyembuhkan berkenaan masalah seksual ini tanpa harus melibatkan unsur sintetis. Antara tumbuhan herba ini ialah Halia Merah, pada sesetengah orang dalam masyarakat kita juga memanggilnya dengan nama Halia Bara.

Halia Merah merupakan sejenis halia tetapi ia berwarna merah. Bentuk pokoknya adalah serupa dengan halia biasa (yang biasa digunakan dalam masakan) hanya ia lebih kecil dan lebih rendah. Rimpang atau buahnya juga kecil dan berwarna merah. Aromanya sama seperti bau halia biasa namun lebih tajam. Bahagian tanaman ini yang memiliki khasiat penyembuh adalah rimpang atau akarnya.

Halia merah mengandung 2.50—3.90% minyak asiri yang terdiri dari senyawa zingiberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingeberal, gingeral, dan shogool. Bukan itu sahaja, Halia merah juga mengandung minyak damar, pati, asid organik, asid malat, asid aksolat, gingerin, dan oleoroksin.

Khasiatnya

Kunci kesihatan seseorang sebenarnya bergantung pada kelancaran peredaran darah dalam badannya, jika aliran darah tersekat atau tersumbat, penyakit akan mudah untuk timbul, antaranya seperti rheumatik, sakit pinggang, gout dan badan mudah letih, masalah-masalah ini dapat di atasi menggunakan halia merah.

Selain itu rimpang halia merah juga dapat melegakan saluran pernafasan, menambahkan air susu ibu, mengembalikan selera makan, meredakan batuk dan selesema, serta meningkatkan kualiti kehidupan seksual.

Untuk mengubati batuk kering dan perut mulas, halia merah boleh dikunyah langsung atau dengan cara diperah dan diminum airnya, lakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, selama tiga hari berturut-turut atau sampai gejala penyakit reda. Untuk mengatasi luka atau melecet, cukuplah dengan cara menempelkan halia merah yang ditumbuk pada luka.

Hal sama juga dapat dilakukan pada luka-luka, terkena duri dan gatal-gatal, khasnya pada luka terkena gigitan ular, caranya tumbuk halia merah kemudian dibubuh sedikit garam dan seterusnya dilekatkan pada luka tersebut.

Pengganti Viagra

Tanpa melalui proses sintetis, halia merah sememangnya telah kaya dengan kandungan kimia, seperti unsur 1, 8 cineole yang berperan mengatasi ejakulasi pramatang, sementara anestetik antikholinesterase mampu merangsang aktiviti saraf pusat dan merangsang ereksi. Selain merangsang ereksi dan mengatasi ejakulasi pramatang, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena ia berperanan merangsang regenerasi sel kulit.

Untuk menambah gairah seksual, Anda dapat mencampur jahe dengan lengkuas, mengkudu, lada, telur ayam kampung dan sedikit garam. Caranya: tumbuk halus lengkuas, jahe dan lada. Kemudian air perahan buah mengkudu masak ditambahkan pada air rebusan. Setelah itu, campuran ini ditapis hingga menjadi satu gelas air ramuan, tambahkan garam kemudian kacau hingga sebati.

Segelas ramuan kemudian dibahagikan pula kepada dua bahagian, masing-masing ditambahkan dengan sebiji kuning telur ayam kampung, kemudian kacau hingga sebati dan ramuan ini sedia diminum oleh suami dan isteri yang memerlukannya. Jika mahu boleh juga ditambahkan dengan madu lebah.

Kami sendiri di An-Nabaat juga menyediakan “Ramuan Khas” bagi mereka yang menghadapi masalahan kesihatan berkenaan seksual seperti meningkatkan ghairah seksual, masalah kesuburan dan mati pucuk.

Sumber : http://an-nabaat.blogspot.com/